Pohon Mirip Dinasaurus Mengejutkan Warga

 Sebuah pohon yang diterjang angin kencang, tiba-tiba saja berubah bentuk menjadi menyeramkan. Pohon itu tampak seperti dinosaurus yang menakutkan, lengkap dengan mata, mulut dan punggung bersisik dan menyeramkan.

Pohon monster ini dapat dilihat di lahan pertanian milik seorang warga di Alby Norfolk Utara, Inggris. Tetapi seperti halnya dinosaurus yang telah punah, bentuk pohon ini juga akan hilang saat berbunga dalam waktu tiga pekan ke depan.

Warga yang sering melewati wilayah tersebut, mengaku terkejut dengan pohon itu. Mereka pun tertegun dengan bentuk menyeramkan dari pohon unik ini.

"Saat saya berjalan dengan istri dan melihat pohon T-Rex itu. Saya benar-benar terkejut karena bentuknya mirip sekali dengan dinosaurus," ucap Spike Malin seperti dikutip Orange, Jumat (9/3/2012).

Malin menambahkan, dari kejauhan pohon tersebut tampak sangat menakutkan. Tetapi bentuknya akan berubah saat berbunga dan dinosaurusnya pun hilang.


Sumber : Pohon Mirip Dinasaurus Mengejutkan Warga

Cara Semut Merah Bersosialisasi Mirip Seperti Facebook

Sekelompok peneliti dari Stanford University berkesimpulan bahwa cara semut bersosialisasi dengan rekan-rekannya mirip dengan orang bersosialisasi melalui jejaring sosial Facebook.

Saat tim yang dikepalai oleh Noa Pinter-Wollman meneliti interaksi antara semut merah (Pogonomyrmex barbatus) yang berada di daerah gurun Amerika Barat Daya, para peneliti menemukan cara berkomunikasi yang unik antara sesama mereka.

Seperti dilansir dari situs Physorg, setiap semut menggunakan sistem sinyal kimiawi untuk berkomunikasi. Molekul-molekul kimia itu dikeluarkan melalui exoskeleton (bagian tubuh keras terluar) mereka dan ditransfer kepada semut-semut sesama koloni, ketika antena mereka menyentuh atau menggosok satu sama lain.

Dengan cara ini, mereka bisa saling berkomunikasi untuk mengetahui dari mana semut-semut itu sebelum bertemu, apa ada sumber makanan yang mereka temukan, atau bahkan adakah predator yang mengancam wilayah itu.
Peneliti membuat sebuah kamar kecil untuk mengukur berapa kali pertukaran informasi mereka lakukan, setiap kali bertemu, atau bagaimana semut yang berlainan koloni berkomunikasi. 

Dari rekaman video tersebut, tim riset menggunakan program komputer yang dapat mengenali semut-semut yang diobservasi dan mampu menghitung berapa kali mereka berinteraksi satu sama lain. Penelitian ini merekam sebanyak 4.628 interaksi semut.

Rata-rata, setiap semut melakukan sekitar 40 kali interaksi. Bahkan, sekitar 10 persen dari semut yang diteliti bisa melakukan lebih dari 100 kali kontak dengan semut lain. Riset tersebut juga mengamati alasan-alasan yang membuat semut ini memiliki kecenderungan lebih, dalam kerja sama dan sosialisasi dengan semut lain.

Para peneliti juga membandingkan jenis hubungan sosial yang mereka jalin dengan sistem pertemanan di jejaring sosial Facebook. Ternyata memang terdapat beberapa persamaan. Hasil riset yang telah muncul di Journal of the Royal Society Interface itu, menemukan bahwa tidak semua semut tersebut aktif dalam hubungan sosial mereka. 
 
Seperti halnya karakter-karakter orang di Facebook, ternyata ada beberapa semut yang hanya berkomunikasi dengan beberapa kenalan di jaringan yang lebih kecil. Namun, ada pula semut yang memiliki jaringan yang lebih besar dan berkomunikasi dengan lingkaran yang lebih besar.