Jamur yang Bisa Dimakan

Jamur pada dasarnya adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, berbeda dengan Daun Sirih yang mengandung zat hijau daun. Jamur dibagi menjadi dua macam yaitu yang uniseluler dan multiseluler. Pada tubuh jamur terdapat benang-benang yang disebut hifa. Nantinya hifa tersebut akan membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.

Jamur yang Bisa Dimakan
Sekalipu jamur adalah makhluk yang bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit, namun ada beberapa jenis Jamur yang Bisa Dimakan. Jamur banyak mengandung protein. Tidak semua Jamur bisa dimakan, karena ada jenis jamur yang tumbuh sembarangan dan ternyata beracun. Ada beberapa daerah di Indonesia menjadikan jamur sebagai salah satu Wisata Kuliner, sehingga banyak sekali kita melihat budidaya jamur.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih mengenal beberapa jenis-jenis jamur yang bisa dimakan agar tidak menyebabkan keracunan. Nah, berikut adalah beberapa jenis Jamur yang Bisa Dimakan dengan rasanya yang lezat dan tentunya tak beracun.

1. Jamur kancing.
Jamur ini bentuknya mirip kancing bundar, berwarna putih. Rasanya lezat dimasak dalam berbagai hidangan seperti pizza, sup, dll.

2. Jamur kuping.
Warna jamur ini coklat agak gelap, dan bentuknya mirip kuping dengan tekstur tak teratur. Rasanya lezat saat dimasak menjadi sup. Sering dijual di pusat perbelanjaan dalam keadaan kering.

3. Jamur tiram.
Jamur ini warnanya putih dan sudah banyak dibudidayakan oleh petani. Rasanya lezat dan mirip daging ayam. Bentuknya mirip tiram laut, lebar dan bergerombol.

4. Jamur shitake.
Jamur shitake warnanya agak kecoklatan, dengan bentuk pendek gemuk. Rasanya juga lezat, dan kaya protein serta asam amino.

5. Jamur enoki.
Jamur ini biasanya dijual di mal tertentu. Bentuknya panjang bergerombol mirip kecambah dengan kepala mirip jamur kancing. Warnanya putih dan kerap digunakan sebagai teman makan sabu-sabu, hidangan khas Jepang.

Nah, itulah beberapa jenis Jamur yang Bisa Dimakan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda yang hobby makan jamur. Selain jamur, ternyata ada beberapa tumbuhan yang ada di sekitar kita yang banyak mengandung manfaat, seperti Buah Apel dan Buah Manggis. Mau tau manfaatnya keduanya? Baca selengkapnya di blog ini.

Baca puisi ini dengan lantang bisa bikin nyawa melayang!Baca puisi ini dengan lantang bisa bikin nyawa melayang!


Tomino no Jigoku atau Tominos Hell adalah sebuah puisi berbahasa Jepang yang telah populer sebagai urban legend. Masyarakat jepang percaya bahwa puisi ini tak boleh dibaca dengan lantang atau keras, hanya boleh dibaca dalam diam. Jika berani membacanya lantang-lantang, Anda harus menerima sendiri risikonya.

Tominos Hell ditulis oleh Yomota Inuhiko dalam bukunya yang berjudul "The Heart is Like a Rolling Stone." Puisi ini juga terdapat dalam buku puisi ke-27 milik Saizo Yako, seperti dilansir oleh Creepy Pasta.

Tak ada yang tahu sejak kapan rumor ini muncul dan apa yang menyebabkannya. Namun dipercaya bahwa hal-hal tragis akan terjadi pada orang yang membacanya keras-keras. Dipercaya bahwa mereka bisa saja mengalami kecelakaan tragis, terluka, atau bahkan mati.

Cerita ini pernah sangat santer di 2ch, tempat di mana banyak orang membuat video ketika mereka membaca puisi ini keras-keras untuk mematahkan kepercayaanseram ini. Banyak dari pengguna 2ch yang mengaku tak ada hal apapun yang terjadi, namun tak sedikit pula pengguna yang tiba-tiba hilang setelah mengunggah video tersebut. Berikut adalah puisi Tominos Hell atau Tomino no Jigoku dalam versi asli dan bahasa Indonesia.

Tomino no Jigoku

"Ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,
kawaii tomino wa tama wo haku
hitori jihoku ni ochiyuku tomino,
jigoku kurayami hana mo naki.
muchi de tataku wa tomino no aneka,
muchi no shubusa ga ki ni kakaru.
tatake yatataki yare tataka zutotemo,
mugen jigoku wa hitotsu michi.
kurai jigoku e anai wo tanomu,
kane no hitsu ni, uguisu ni.
kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,
mugen jigoku no tabishitaku.
haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,
kurai jigoku tanina namagari.
kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,
kawaii tomino no me niya namida.
nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni
imouto koishi to koe ga giri.
nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,
kitsunebotan no hana ga saku.
jigoku nanayama nanatani meguru,
kawaii tomino no hitoritabi.
jigoku gozarabamo de kitetamore,
hari no oyama no tomebari wo.
akai tomehari date niwa sasanu,
kawaii tomino no mejirushini."

Neraka Tomino (versi Indonesia)

"Kakak perempuan muntah darah, adik perempuan memuntahkan api,
Tomino yang lucu memuntahkan manik-manik kaca,
Tomino jatuh ke neraka sendirian,
Neraka yang gelap dan tak ditumbuhi bunga,
Apakah itu kakak Tomino yang membawa cambuk?
Cambukan meninggalkan bekas memerah yang mengerikan
Mencambuk dan memukul, terus memukul
Sebuah jalan menuju neraka
Apakah kau akan mengantarnya ke neraka yang gelap?
Untuk domba-domba emas, untuk burung bulbul
Aku penasaran berapa banyak yang dimasukkannya dalam kantong kulit
Sebagai persiapan untuk perjalanan ke neraka
Musim semi datang, di hutan dan sungai
Bahkan di sungai dalam neraka yang gelap
Burung bulbul dalam sarang, domba dalam gerobak,
Ada air mata di mata lucu Tomino
Menangis, burung bulbul terbang ke hutan yang hujan
Meneriakkan kerinduan pada adik perempuannya
Tangisannya bergema ke seluruh neraka
Bunga berwarna merah darah mekar
Mengelilingi tujuh gunung dan tujuh sungai di neraka
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka
Jarum-jarum dalam neraka,
menancap ke dalam daging segar,
Sebagai tanda dari si lucu Tomino"

Seorang penyiar radio pernah mencoba membaca puisi ini keras-keras saat on-air. Dia mengaku semua baik-baik saja, namun sampai pertengahan puisi, dia merasa tubuhnya tak bisa bergerak, akhirnya dia tak melanjutkannya dan membuang puisi tersebut. Namun beberapa hari kemudian dia mengalami kecelakaan dan harus dijahit sebanyak tujuh jahitan. Meski begitu, dia tak ingin menganggap hal tersebut akibat membaca puisi Tomino.

Bagaimana, berani mencoba membacanya keras-keras? http://terungkaplagi.blogspot.com/2013/08/baca-puisi-ini-dengan-lantang-bisa.html